Minggu, 05 Oktober 2008

Kejahatan Lewat Internet

Jangan kaget dengan judul di atas. Menurut data, Indonesia adalah negara ke dua tertinggi yang sering melakukan kejahatan melalui internet.Aku mempunyai pengalaman yang bikin hati panas tentang kejahatan ini. Kejadianya sekitar 2 bulan yang lalu.... Tapi gak papa aku posting setidaknya biar kita semua yang baca blog ini waspada.

Dua bulan yang lalu, suamiku mencoba mencari situs yang menjual Laptop.SEtelah cari sana-sini, Akhirnya kami menemukan situs yang menjual Laptop yang kami inginkan... yaitu merk SONY VAIO tipe VGN NR120Q.

Suamiku mencoba menhubungi pemilik toko tersebut yang selalu online. Nama situsnya kami lupa, tapi saya masih menyimpan YM pemilik situs tersebut yaitu crack_atm@yahoo.com. Setelah berkenalan dan tawar menawar harga, akhirnya hargapun disepakati yaitu Rp 4000.000.Si penjual mengaku harga murah karena bebas biaya cukai.Padahal harga normal SONY VAIO adalah sekitar Rp 8.000.000 Entah kenapa suami ku percaya saja. Lalu si penjual mengirimkan foto copy KTPnya melalui email dengan identitas sebagai berikut:

Nama : Rokim Prasetyo. SE
Nik : 33.0512.150881.0231
Alamat : Jl Mangga 14 Rt 05/07 Kebumen -Jawa Tengah

Ini lho fotocopy KTP Bapak Rokim

SEtelah menerima fotocopy KTP yang didalamnya juga ada foto sipenjual, suamiku lansung mentransfer sejumlah uang untuk membeli laptop tersebut. Tak lama kemudian suami ku juga menerima fotocopy struk TIKI tanda bahwa barang sudah dikirimkan ke alamat kami....Tanda pengiriman TIKI ini sama persis dengan struk TIKI yang biasa kami gunakan untuk mengirim barang ke luar daerah.

Sampai saat itu kami masih biasa saja...dan berharap Laptop akan datang ke rumah kami dalam waktu 4 atau 5 hari

Setelah 5 hari kami tunggu, Laptop yang kami pesan belum juga datang....lalu kami mendatangi TIKI yang ada di Bukittingi, kata petugas, barang belum datang....
Besoknya kami datang lagi ke TIKI dan jawaban masih seperti itu, samapai seminggu kemudian.....Kami mencoba menghubungi Bapak Rokim tersebut ke HPnya, tapi HP dimatikan...

Akhirnya muncullah kecurigaan kami, bahwa kami telah ditipu....
Kebetulan suamiku kerja di Bank Mandiri.Beliau punya akses untuk melihat rekening si Bapak Rokim yang memang menggunakan rekening Bank Mandiri... Ternyata.... setiap hari si Bapak Rokim itu banyak sekali menerima transfer dana yang diperkirakan dari korban2 nya....

Kesal...kecewa,,..sakit hati.......
Tapi kami tak mau berlarut-larut..... Memang kasus ini tak kami laporkan ke Polisi...Kami mencoba melupakan tentang apa yang terjadi. Tapi kalau ingat bahwa uang yang kami kirim itu lumayan banyak (yang kalau disedekahkan pada fakir miskin mpastilah sangat bermanfaat) Apalagi kalau mengingat banyaknya yang sudah jadi korban, rasanya kesal ....Mudah bgt dia cari uang dijaman yang serba susah ini...

Tulisan ini tak ada maksud apa-apa...kami hanya menginginkan para pembaca untuk waspada.... Cara yang dilakukan oleh Bapak Rokim sangat mengganggu sebab banyak orang jujur yang menggunakan internet untuk melakukan hal-hal bermanfaat...
Banyak orang yang menggantungkan hidupnya denga berjualan secara online tapi dengan jujur....

7 komentar:

Since-Yen mengatakan...

Tulisan bagus mbak, buat ngingetin akan resiko ketipu kalo bertransaksi lewat inet, apalagi dengan tawaran yg "wow" punya.

Ngomong-ngomong kalo 'gak dilaporin, apa tidak berarti menjerumuskan korban baru berikutnya?

Eva Yanti mengatakan...

Terima kasih mb, comment nya....tapi aku males aja laporin mb, ribet. Saya dan suami inggal di Bukittinggi, sedangkan dia di Kebumen, lapor ke polisi Bukittinggi atau kebumen....?

Kristin A Kusuma mengatakan...

Wah thanks yaah sharingnya. Setidaknya ini peringatan buat kita..ga ada salahnya belanja secara online, tapi harus tetap waspada!!

Moga2 si pak Rokim sadar ya jeng, sukur2 kalo duitnya juga di balikin..

budhe Fakhrun mengatakan...

Inalillahi wa inna Ilai roji'un..
Sabar ya Mba' Eva...semua bakal kembali pada Allah Ta'alla.Namun tetap jangan ikhlaskan uang tersebut smoga kelak jadi hutang yg menghimpitnya di akhirat kelak.
Terima kasih telah mengingatkan kami.
Jika memungkinkan,terus teror dia dengan menampilkan berita kasus ini di media apapun di warta kebumen maupun bukit tinggi.smoga dia kapok dan kena batunya.huh!! turut nggreget ni Mba' Eva...bukan hanya sayang uangnya tapi juga tabiatnya itu lho...

sondang mengatakan...

ya itu lah mbak, yang namanya orang cari duit dg menghalalkan segala cara... pengalaman mbak bisa jd referensi buat kita2 spy hati2 dg kejadian 'cyber crime'. sya jg pernah ketipu juga waktu dulu beli digital camera, tapi untungnya duit blm sy transfer, karena saya curiga dia gak tahu alamat cabang digital kamera di kota ku, kalo dia "orang dalam" dari produk kamera tsb tentunya bia ngasih tahu dimana tempat alamat servis di kota mana aja.. slamet lah duit saya.

iam mengatakan...

mm..mungkin ada sedekah mbak eva yg kurang seharga itu. sabar aja, mbak..

nanti klo saya ketemu pak rokim..nanti saya serahin ke siskamling. (canda, mbak)

-eR- mengatakan...

Assalamu'alaikum...
Salam kenal...
saya imam rochmadi, sekarang tinggal di Gorontalo.
KTP yang dipake oleh si Penjahat bernama Rokim Prasetyo adalah KTP lama saya saat masih di Kebumen...
Mohon Maaf, hal itu karena keteledoran saya meng-upload foto KTP saya di blog saya. Namun postingan itu sekarang sudah saya hapus, dan sudah saya klarifikasi di:
http://untuk-sahabat.blogspot.com/2008/09/postingan-yang-dimanfaatkan.html

mohon laporkan saja a.n Rokim Prasetyo kan ada alamatnya di Rekening Bank-nya, biar kapok itu orang...

Mohon maaf. Sekali lagi mohon maaf...