Sabtu, 17 September 2011

JUNKO FURUTA

Mungkin, banyak diantara kita yang tidak mengenal nama itu. Nama seorang gadis SMA biasa, dengan kehidupan yang biasa, dengan keluarga yang biasa tetapi berakhir dengan sebuah tragedi yang sangat memilukan. Bahkan, saya memerlukan waktu untuk menenangkan rasa sakit yang menyesakkan setelah membaca kisahnya, lalu memulai menuliskan kisah hidup Furuta di blog ini. Sungguh, tidak sampai hati saya untuk memposting kisah yang sangat mengerikan ini. Akan tetapi, saya ingin semuanya bisa mengambil sebuah pelajaran dari kisah Junko ini, bahwa kepedulian kita untuk menolong orang lain, bahkan satu nyawa yang tidak bersalah, sangatlah penting. Jika saja orang-orang yang terlibat di kasus Furuta ini mempunyai keberanian dan kepedulian terhadap nasib gadis ini, tentu Furuta tidak akan mengalami pengalaman yang sangat mengerikan dan menyakitkan ini.

Junko Furuta, adalah seorang siswi SMA biasa berumur 16 tahun. Suatu hari, 25 November 1988, ketika Junko pulang dari tempat ia biasa bekerja part time, empat orang pemuda, pemuda A (18 tahun), pemuda B (bernama Jo kamisaku umur 17, kamisaku adalah nama keluarga yang dia ambil setelah keluar dari penjara), pemuda C (umur 16),dan cowok D (umur 17) dari Tokyo menculik dan menyekap furuta selama 44 hari. Mereka menjadikan Furuta sebagai tahanan di rumah yang dimiliki orang tua si pemuda C.

Untuk menghindari pengejaran polisi, si cowok A memaksa furuta untuk menelepon orangtuanya dan menyuruhnya mengatakan kalau dia kabur dari rumah, dengan temanya, dan tidak berada dalam bahaya. Bahkan cowok A membuat furuta berpose sebagai pacar dari salah satu cowok – cowok itu ketika orangtua C, pemilik rumah sedang ada dirumah tersebut. Kalau mereka sudah yakin orang tua C tidak akan telepon polisi, mereka pun menyudahi sandiwara tersebut. Furuta mencoba kabur berkali – kali, memohon pada orang tua C untuk menyelamatkan dia, tapi mereka ga ngelakuin apa2 meskipun mereka tau kalau selama ini furuta disiksa, karena Orangtua C takut kalau cowok A akan menyiksa mereka. Cowok A saat itu adalah pemimpin yakuza kelas rendah dan telah mengancam siapapun yang ikut campur akan dibunuh.

Menurut kesaksian para cowok itu di persidangan, mereka berempat memperkosa furuta, memukulinya, memasukan macam2 ke dalam kemaluannya termasuk tongkat besi, membuatnya minum urinenya sendiri dan memakan kecoak, memasukan petasan ke dalam anusnya dan meledakannya, memotong pentilnya dengan tang, menjatuhkan barbel ke perutnya, dan membakarnya dengan rokok dan korek api (salah satu dari pembakaran itu adalah berupa hukuman karena Furuta berusaha menelepon polisi atau berusaha kabur. Pertama, dia tertangkap saat berusaha menelepon. Yang kedua kali, dia berusaha melarikan diri. Ketiga, Furuta meminta tolong sama orang tua cowok C, si pemilik rumah. Tetapi, pemilik rumah yang ternyata telah mengetahui selama ini apa yang terjadi pada Furuta. Dia memohon minta tolong, tapi mereka menolak. Mereka beralasan bahwa anaknya punya banyak koneksi penjahat sehingga mereka tidak mau dan takut ikut campur ke dalam masalah itu dan dengan teganya meninggalkan gadis itu mati perlahan dengan cara menyakitkan)

Akibat serangkaian penyiksaan demi penyiksaan yang dialami Furuta, pada akhirnya Furuta mengalami luka yang sangat parah hingga menurut salah satu cowok itu, furuta membutuhkan waktu satu jam lebih untuk merangkak turun tangga untuk menggunakan kamar mandi. Mereka bahkan mengatakan ada kemungkinan kalau 100 orang tau kalau mereka menahan furuta di rumah tersebut, tapi hal ini ga jelas artinya apa 100 orang itu hanya sekedar tau saja atau mereka juga ikut memperkosa dan menyiksa Furuta saat berkunjung ke rumah tersebut. Cowok2 itu menolak membiarkan furuta pergi dan terus menyiksanya. Bahkan Furuta seringkali memohon pada mereka untuh membunuhnya saja dan menyudahi penderitaan tersebut.

Pada January 4, 1989, dengan menggunakan alasan kekalahan saat bermain mah-yong, keempat cowok itu memukuli furuta (dimana sebagian anggota badannya sudah dimutilasi) dengan barbel besi. Setelah itu mereka menuangkan cairan dari pemantik api ke kaki dan tangan Furuta yang belum termutilasi, perutnya, dan mukanya, dan lalu membakarnya. Furuta meninggal tidak beberapa saat kemudian karena diduga shock atas luka bakar yang dideritanya. Jadi dapat dibayangkan bagaimana Furuta merasakan perihnya luka bakar di tubuhnya sebelum ia meregang nyawa. Kempat cowok itu menyatakan kalau mereka ga menyadari betapa parahnya luka yang dialami oleh furuta, dan mereka percaya kalau furuta hanya berpura2 mati.

Sesudah mereka menyadari Furuta benar-benar telah meninggal. Para pembunuh menyembunyikan mayatnya di dalam drum galon dan lalu mengisinya dengan semen. Mereka kemudian membuang drum tersebut di koto, Tokyo dan drum ini baru ditemukan setahun kemudian.

PENAHANAN DAN HUKUMAN

Para cowok itu ditangkap dan disidangkan sebagai orang dewasa, tapi karena Jepang menangani kejahatan yag dilakukan oleh pelaku yang masih dibawah umur, maka identitas mereka disembunyikan oleh persidangan. Akan tetapi, seminggu kemudian, majalah mingguan bernama Shukan Bunshun menerbitkan nama mereka, dengan menyatakan "Hak asasi tidak dibutuhkan oleh penjahat biadab". Mereka juga menerbitkan nama asli Furuta lengkap dengan detail tentang kehidupan pribadinya dan menerbitkannya besar-besaran di media.

Kamisaku dituntut sebagai pemimpin para cowok itu menurut persidangan. Keempat cowok itu diberi dinyatakan bersalah tetapi hanya diberi hukuman 8 tahun (seharusnya hukuman mati tuh dengan cara paling menyakitkan) dengan tuntutan "membuat luka fisik yang menyebabkan kematian", yang seharusnya mereka dituntut dalam tuntutan pembunuhan. Orang tua cowok A menjual rumah mereka dengan harga maksimum 50 juta yen atau 5 miliar rupiah dan membayarnya sebagai kompensasi untuk keluarga Furuta. (Penderitaan Furuta tidak sebanding dengan harga berapapun).

Orangtua Junko Furuta terkejut dengan kalimat yang diterima dari pembunuh anak perempuannya, dan bergabung dengan grup masyarakat melawan orangtua cowok C yang rumahnya dijadikan tempat menyekap. Ketika beberapa masalah ditimbulkan dari bukti (semen dan rambut yang didapat dari tubuh itu tidak cocok dengan para cowok2 yang ditangkap), pengacara yang menangani lembaga masyarakat memutuskan untuk tidak membantu mereka lagi karena merasa ga ada bukti berati ga ada kasus atau dakwaan.(pengacara, apa disogok ya!). Ada spekulasi bahwa bukti yang mereka dapat itu didapat dari orang tidak teridentifikasi yang memperkosa atau ikut mukulin furuta.

Satu dari yang paling mengganggu dari kisah nyata ini adalah bahwa para pembunuh Furuta sekarang bebas (di bulan Agustus 1999). Setelah membuat Junko Furuta melalui berbagai penderitaan, mereka adalah cowok bebas sekarang. Tetapi, di bulan juli 2004, Jo Kamisaku kembali ditangkap karena mencelakai seorang kenalannya (cowok), karena dia pikir kenalannya itu membuat pacarnya menjauhi dia. Ia memukuli kenalannya itu selama 4 jam, dan bahkan sebelum ia menganiayanya, dengan bangga ia menceritakan tentang perbuatannya sebelumnya (pembunuhan Furuta ) kepada kenalan yang akan disiksanya itu. Kamisaku dituntut dihukum 7 tahun dengan tuduhan pemukulan (berarti dia sekarang masih di penjara). Pada kasus penculikan, perkosaan, penyiksaan dan pembunuhan atas diri Junko Furuta dia hanya dipenjara 8 tahun... Tapi untuk kasus pemukulan, dia di penjara selama 7 tahun. KEADILAN MACAM APA INI!!!!

Seorang cewek smu diculik oleh 4 remaja pengacau ketika dia sedang perjalanan ke tempat kerja sambilannya. Mereka membawa dia ke rumah seorang teman, mengurungnya di kamar, dan selama 44 hari kedepan dan menerapkan setiap bentuk tak terbayangkan oleh manusia berhati untuk menyiksanya (dan beberapa dari kita ga akan mau bayangkan). Mereka memperkosanya rame rame, dengan badan mereka atau dengan benda benda asing. Memberinya makanan berupa kecoak dan minuman dari urinenya sendiri, memukulinya, menendanginya, memutilasi beberapa bagian anggota badannya dan sangat banyak lagi yang tidak terdokumentasikan oleh para penjahat itu atau oleh polisi. Mereka membuatnya babak belur dengan rasa kelewat nyeri di seluruh tubuhnya, mereka mengikatnya, menindihnya, dan menjatuhkan barbell ke atas perutnya dan terakhir menyiram dengan cairan yang ada dalam korek api lalu membakarnya. Penyiksaan terakhir lebih dari yang Furuta sanggup menahannya dan pada akhirnya dia meninggal dunia. Ketika para cowok itu ditanyai kenapa mereka tidak melakukan apa2 pada detik2 menjelang kematian Furuta, mereka menjawab, "kami kira dia pura-pura". Setelah kematian Furuta, mereka mengisolasi tanganya dan kakinya jadi satu, memasukan dalam drum lalu mengisinya dengan semen dan buang di tanah kosong. Tubuhnya tidak ditemukan sampai setaun kemudian. Para pemuda penjahat itu hanya dipenjara 8 tahun dari kejahatan mereka yang tidak termaafkan dan sekarang berkeliaran bebas.


Kronologi Kejadian Menurut Catatan Sidang Dari Pengakuan Para Tersangka:

Hari 1: 25 november 1988:
- penculikan atas Furuta
- Dikurung sebagai tahanan dirumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok
- Diperkosa
- Dipaksa tlp orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan dia dalam situasi aman
- Kelaparan dan kekurangan gizi
- Diberi makan kecoak dan minum kencing
- Dibakar dengan korek api

Hari 16: 1 desember 1988:
- Menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa ratus kali
- Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras
- Tangan diikat ke langit langit dan badannya digunakan sebagai sasak untuk ditinju
- Hidungnya dipenuhi sangat banyak darah sehingga dia cuma bisa bernafas lewat mulut
- Barbel sering dipukulkan ke perutnya
- Muntah darah ketika minum air (lambungnya ga bisa menerima air itu)
- Mencoba kabur dan dihukum dengan sundutan rokok di tangan
- Cairan seperti bensin dituang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu dibakar
- Botol dipaksa masuk ke anusnya, sampe masuk, menyebabkan luka.

Hari 26: 10 desember 1989:
- Tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar dikaki
- Dipukuli dengan tongkat bamboo
- Petasan dimasukin ke anus, lalu disulut
- Tangan dipenyet (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah
- Dipukulin dengan tongkat dan bola golf
- Memasukan rokok ke dalam kemaluan (atau mungkin maksudnya dijadiin asbak, dimatiin di kemaluan dan abunya dibuang ke dalam)
- Dipukulin dengan tongkat besi
- Saat itu musim dingin bersalju (dinginnya pasti dibawah 0 dejat alias minus) disuruh tidur di balkon
- Tusuk sate dimasukin ke dalam kemaluan dan anus menyebabkan pendarahan

Hari 30:
- cairan lilin panas diteteskan ke mukanya
- Lapisan mata dibakar korek api
- Dadanya ditusuk2 jarum
- Pentil kiri dihancurkan dan dipotong tang
- Bola lampu panas dimasukin kekemaluan
- Luka berat di kemaluan karena dimasukin gunting
- Ga bisa pipis dengan normal
- Luka sangat parah hingga membutuhkan sejam untuk merangkak turun tangga saja untuk menggunakan kamar mandi
- Gendang telinga rusak parah
- Ukuran otak yang menciut sangat sangat banyak

Hari 40:
- memohon sama para penyiksa untuk membunuhnya saja.

1 january 1989: tahun baru
- Sendirian di dalam gudang. Kedinginan dengan menahan nyeri di beebrapa bagian tubuh karena dimutilasi.
- ga bisa bangun dari lantai

hari ke 44:
- para cowok itu menyiksa badannya yang termutilasi dengan barbel besi, dengan menggunakan alasan kalah main mahyong.
- Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut.
- Mereka menyiram mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang dibakar.
- Cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan dibakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop.
- Junko furuta meninggal hari itu dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. Ga ada yang bisa ngalahin 44 hari penderitaan yang udah dia alamin.

Hari ke 45
- Mengisolasi mayat Furuta tanganya dan kakinya jadi satu, memasukan dalam drum lalu mengisinya dengan semen dan buang di tanah kosong.

Mungkin, kita sudah banyak mendengar kisah Furuta-furuta lainnya yang mengalami penyiksaan yang tidak kalah menyakitkannya (seperi penyiksaan terhadap TKW kita). Akan sampai kapankah, para wanita seperti Furuta dan Furuta-furuta lainnya akan mengalami penyiksaan seperti ini? Kepedulian dan keberanian kita semua dalam membela dan menyelamatkan Furuta-furuta lainnya, akan sangat berarti besar.

Kisah Furuta ini telah diangkat dua kali dalam sebuah film ditahun 1995 dan ditahun 2004.

Selain itu, seorang anggota band Gazette, Ruki, (ketika tahun 1989 masih berumur 7 tahun) tergerak untuk membuat sebuah lagu pada tahun 2006 (di album NIL) dimana lagu tersebut dipersembahkannya sebagai penghormatan dan tanda belasungkawanya yang terdalam terhadap hal yang dialami oleh Furuta. Dan berharap, tidak ada lagi siapapun, mengalami nasib serupa seperti Furuta.

Minggu, 20 Juni 2010

Senin, 03 Mei 2010

Sedih rasanya harus menyaksikan putra kesayangan kami sakit. Apalagi ada jarum infus di pergelangan kirinya. Gak tega ketika melihat perawat menusuk tangan mungil itu untuk mencari nadi Arel.Hati ibu mana yang akan tega menyaksikan penderitaan anaknya itu?

Awalnya sore hari, tanggal 12 April sore, setengah jam setelah makan malam, tiba tiba Arel muntah. Muntahnya lumayan banyak. Sepertinya perut Arel dipaksa untuk memuntahkan semua isinya. Terus terang saya dan papinya Arel kaget dan lansung menggendog Arel.

Ada apa dengan Arel? Tapi kami tak begitu panik, karna waktu bayi Arel juga pernah beberapa kali muntah yang banyak seperti ini, tapi tak lama dia akan baikan lagi. SEtelah mengoleskan minyak telon dan mengganti baju Arel, sayapun menidurkan Arel. Arel lansung tertidur dengan pulasnya.
Malamnya pukul 01.00 setelah minum susu, Arel muntah lagi dan kali ini juga sangat banyak. Segera saya peluk Arel.Kasihan, ARel pasti capek setelah muntah. Setelah mengganti bajunya Arel, Arel pun tertidur lagi sampai pagi.
Pagi hari saya bersama papinya Arel pergi menemui Dr. Yelly,SPA, dokter langganan Arel. Ternyata dokter menemukan ada jamur kecil berwarna putih di mulut Arel.Mengap kami begitu alpa untuk mengetahui jamur itu? karna ada jamur di mulut itulah yang menyebabkan Arel muntah karna makanan terkontaminasi oleh jamur itu.

Setelah diberi obat, kamipun pulang. Alhamdulillah hari itu saya mendapat izin untuk tidak berangkat kerja karna Arel sakit.
Siang sampai sore keadaan Arel membaik. Malah aktf seperti biasa.malah agak special karna hari itu 13 Juli, tepat 9 bulan usia Arel.

Malamnya , sekitar pukul 02.00 tiba tiba Arel tebangun dan gelisah. Segera saya oleskan minyak telon di punggung dan perut Arel, lalu saya peluk Arel.Biasanya kalau Arel gelisah, pasti dia sakit perut, makanya saya mengoleskan minyak telon dan memeluknya supaya hangat.

Bener saja,rupanya Arel sakit perut. Arel mengedan dan ternyata BAB Arel agak encer. Duh kasihan, semalam muntah, sekarang malah diare. Setelah papi Arel mengganti pampers, Arel Diare lagi. Tanpa pikir panjang, si papi lansung mengidupkan mobil dan kami berencana membawa Arel ke RS malam ini.

Sepanjang perjalanan Arel saya peluk terus. Sepertinya Arel capek dan lemas. RS yang pertama kami tuju adalah RSUP BUkittinggi karna selain saya agak trauma dengan pelayanan UGD sebuah RS Swasta di kota ini yang menurut saya kurang ramah, Dr Yelli bertugas di RS.
Betul saja, tak salah pilihan kami. Begitu mobil kami menuju UGD, para perawat sudah keluar ruangan, bersiaga menjemput kami. Ketika saya menggendong ARel untuk dibawa ke UGD, tiba tiba Arel muntah lagi dan ini sangat banyak. Para perawat tergopoh2 menyambut kami. Kondisi Arel semakin lemas karna sudah banyak kehilangan cairan.Dokter jaga di UGD lansung menyarankan Arel untuk di rawat inap. Kami setuju, tapi perawat itu juga mengatakan kalau ruangan yang tersedia hanyalah kelas II yang berisi 4 pasien dan kelas III. Waduuuh... bisa dibayangkan kan???

Mungkin perawat mengerti dengan kerisauan kami, mereka menyarankan untuk membawa Arel ke RS Madinna Bukittinggi karna Dr Yelli juga bertugas di sana selain di RS ini. SEgera saja kami larikan Arel ke Madinna, dan lagi lagi RS madinna penuh... Oh My God. Saya semakin panik

Tak ada pilihan lain, saya harus membawa Arel ke RS Swasta itu.. huhuhu, bagaimana klau pelayanan nya gak ramah?? AH, masa bodoh, yang penting Arel cepat ditangani. Segera Papi Arel melarikan mobil ke RS Swasta itu. Dan begitu sampai di UGD, Alhamdulillah, ternyata pelayanan yang kami terima cukup bagus, dokter jaganya ramah, perawatnya cekatan. Arel lansung dipasangi infus untuk mengganti cairan yang banyak keluar tadi.


Sewaktu pemasangan infus, saya tak seperti ibu ibu yang lain yang bisa tabah disaat anaknya sakit. Saya ikut menangis begitu juga dengan papi Arel yang tampak matanya berkaca kaca. Siapa sih yang tega melihat anaknya ditusuk jarum infus? sedangkan di gigit nyamuk aja kami gak rela.. Tapi satu satunya jalan mengganti cairan tubuh Arel hanya melalui infus

Kamis, 04 Maret 2010

Sekolah Satu Atap

Awal Maret 2010 ini tepat setahun saya mengajar di SSA Baing Malalo.SSA itu kependekan dari Sekolah Satu Atap.
Mungkin ada yang merasa aneh dengan istilah Sekolah Satu Atap. Sekolah satu atap maksudnya adalah sekolah yang di dalamnya ada TK, SD dan SMP. Jangan dipikir siswanya banyak lho karna ada 3 tingkatan sekolah, justru sekolah Satu Atap sangat minim siswanya.
Saya mengajar SMP, siswanya hanya 48 orang yang terdiri dari Kelas 7, kelas 8 dan Kelas 9.Pemerintah mendirikan Sekolah Satu Atap untuk menjangkau siswa siswa yang tinggalnya jauh di pelosok yang tidak terjangkau oleh Sekolah Negri, so, dimana mana Sekolah Satu Atap itu pasti lah lokasinya jauh di daerah tepencil, terpelosok dan di pedalaman.

Setahun mengajar di sana, banyak sekali pengalaman yang saya dan teman teman sesama guru rasakan.Kami, guru hanya berjumlah 6 orang.. (jumlah yang sangat minim untuk ukuran SMP, mengingat mata pelajaran SMP kan ada banyak... jadi ada 1 orang guru yang mengajar 2 mata pelajaran.. Klo mata pelajaran yang diajarkan itu masih berhubungan siy gak papa.. ini malah ada yang jauh banget .. Gak nyambung pendidikan guru dengan mata pelajarannya. Misalnya ada guru IPS yang juga merangkap mengajar Biologi ( karna guru Biologi gak ada ). Wah tentu aja si guru IPS kerepotan menghafal pelajaran sebelum masuk kelas.. Ada lagi guru olah raga merangkap guru BP.. hhihihi gak nyambung bgt yah .. Tapi bagaimana lagi. Itu lah kondisi kami di sekolah Satu Atap.

Kendala mengajar di sekolah pedalaman ini lumayan banyak lho.... Salah satunya adalah transportasi ke sekolah yang kurang memadai. Sekolah Satu Atap tempat saya mengajar sangat jauh dari rumah.Kebetulan saya tinggal di Bukittinggi kota.Transportasi ke sekolah saya sangat susah.. Ada siy bus umum tapi hanya sampai simpang Danau Singkarak.. harus disambung lagi dengan bus masuk ke dalam sekitar 20 Km. Nah.. bus yang masuk ke dalam ini hanya ada 2 kali sehari, yaitu pukul 7.00 pagi dan nanti keluar dari daerah itu pukul 13.00
Gak mungkin saya harus naik Bus itu, mengingat rumah saya dari sekolah sekitar 2,5 jam perjalanan.. Klo harus mengejar Bus yang masuk pukul 07.00 berarti saya harus berangkat dari rumah puluk 05.30 Gak mungkin banget kan? Syukur Alhamdulillah suami sangat pengertian, sejak resign dari kantornya setahun yang lalu, beliau selalu siap mengantar dan menunggu sampai saya pulang sekolah...

Selain itu, karna kondisi jauh dari kota dan keramaian, siswa siswa di sana gak perah melihat kemajuan, mereka hanya terpaku dengan apa yang mereka rasakan dari kecil. Jadi mereka gak mempunya semangat yang tinggi untuk menraih pendidikan. Untuk sekolah pun kadang seolah guru yang sangat menginginkan mereka untuk sekolah. Kesadaran mereka sangat rendah untuk sekolah. Itulah tantangan yang paling besar saya rasakan.

Tak terasa udah setahun saya bolak balik sekolah- rumah yang jaraknya pulang pergi 180 km tiap hari... Wuihhh.. lumayan jauh dan bikin capek lho..

Satu yang membuat saya tetap semnagt menjalani semuanya adalah ingat kata Pak Ustad..
3 Hal ( pahala) yang gak akan pernah putus putus kita terima :
1. Doa dari anak Shaleh
2. Shadaqah Jariah
3. Ilmu yang bermanfaat...
Semoga Ilmu yang saya berikan pada murid murid, menjadi pahala saya yang tak akan putus .. Amiiin

Kamis, 18 Februari 2010

Sabtu, 16 Januari 2010

Selasa, 13 Oktober 2009

Arel 3 Bulan


Gak terasa,hari ini 13 Oktober 2009, Arel telah berusia 3 bulan. Tingkahnya semakin menggemaskan. Palin suka ketawa klo di godain ama Papinya.
Gemess banget..
Perkembangan dan pertumbuhan Arel Alhamdulillah bagus.Usia 3 bulan ini berat badan Arel 6,3 kg ( ndut lagi deeeh).
Arel usah bisa berdiriin kepalanya klo tengkurep..Tapi ya gitu deh, Arel males tengkurep, mungkin karna pantatnya agak berat. tapi kata dokter gak papa, lagian umur Arel masih 3 bulan kok.
Sekarang Arel klo digendong, maunya dengan posisi kepala berdiri, gak mau ditidurin lagi... ( wah ini mah udah berasa gede aja)> malah klo di peluk sambil duduk, Arel juga maunya posisi duduk. kekekek.. memang yah perkembangan anak tuh bikin orang tua manapun kaget, senang dan bangga.